garuda

Urus Rekomendasi Paspor, Cukup Tunjukan PPIU Itu Berizin

Selasa, 14 Maret 2017, 17:12

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil. (foto: budiono)

Jakarta (Kemenag) — Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil meminta jajarannya di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota untuk memberikan kemudahan kepada calon jemaah umrah yang akan meminta rekomendasi yang dipersyaratkan imigrasi dalam pengurusan paspor mereka.

Hal ini disampaikan Abdul Djamil menyusul adanya keluhan tentang tambahan persyaratan bahwa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro travel harus mempunyai cabang di daerah setempat.

“Saya minta seluruh pemangku kepentingan dalam hal ini Kemenag setempat untuk memberikan kemudahan dalam memberikan rekomendasi bagi mereka yang akan mengurus paspor. Persyaratannya cukup PPIU itu berizin,” tegas Abdul Djamil di Jakarta, Selasa (14/03).

“Itu saja. Jadi kalau dia mempersyaratkan harus ada cabang itu memberatkan. Tidak boleh kita memberatkan masyarakat. Harus memberi kemudahan,” tambahnya.

Menurut Abdul Djamil, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memastikan apakah PPIU berizin atau tidak. Cara pertama, petugas Kankemenag bisa meminta pihak travel menunjukan salinan fotocopy surat keputusan (SK) izin PPIU yang dikeluarkan oleh Ditjen PHU. Cara kedua, bisa dilakukan dengan mengecek nama PPIU yang akan memberangkatkan calon jemaah umrah pada layanan aplikasi umrah cerdas.

Ditjen PHU telah merilis Aplikasi Umrah Cerdas pada awal Desember 2016. Aplikasi berbasis android ini diperuntukkan bagi jemaah umrah atau masyarakat luas. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa lebih mudah mengetahui travel mana saja yang berizin. Aplikasi ini juga memuat konten terkait doa-doa umrah, info kesehatan, serta sarana pengaduan masyarakat dan ruang tanya jawab terkait umrah.

Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis mengakui adanya keluhan dari asosiasi tentang penambahan persyaratan yang menyulitkan dalam pengurusan rekomendasi, yaitu keharusan PPIU mempunyai cabang di daerah setempat. Menurutnya, tambahan persyaratan itu tidak diperlukan.

“Terpenting perwakilan yang mengurus rekomendasi membawa salinan SK izin dan daftar nama jemaah atau semacam manivest yang dibuat oleh biro perjalanan, tidak harus punya cabang di daerah,” ujarnya.

Menurut Muhajirin, kebijakan imigrasi yang mengharuskan adanya rekomendasi dari Kemenag dalam pengurusan paspor sebenarnya sangat bermanfaat, baik bagi Kemenag maupun jemaah itu sendiri.

Dengan kebijakan itu, Kankemenag Kabupaten/Kota menjadi memiliki data jemaah dari daerahnya yang melaksanakan umrah. Selama ini, data jemaah itu baru diketahui manakala terjadi masalah saja.

Bagi calon jemaah, kebijakan baru ini juga merupakan upaya perlindungan kepada mereka. Sebab, dengan adanya rekomendasi ini, maka mereka sudah mengetahui sejak awal bahwa travel yang aka memberangkatkan itu memiliki izin. “Pengalaman selama ini banyak jemaah yang sampai di Jakarta tidak jadi berangkat, begitu diurus ternyata travelnya tidak berizin,” ucapnya.

“Jadi aturan ini bagi jemaah melindungi. Pengurusannya juga tidak susah, terpenting bawa fotocopy SK izin, lalu kantor Kemenag memproses sesuai blangko yang sudah diberikan,” tambahnya.

Bahkan, lanjut Muhajirin, karena ingin memberikan kemudahan, surat edaran Ditjen PHU menyebutkan bahwa rekomendasi itu ditandatangani oleh yang berwenang. Artinya, jika Kepala Kankemenag sedang berhalangan, maka rekomendasi itu bisa ditandatangani oleh Kepala Seksi. (mkd/mkd)

Sumber : Kemenag.go.id

kakbah

Rencana Mulai April, Daftar Haji Khusus Harus Dengan Sidik Jari

Kamis, 16 Maret 2017, 10:27

Jakarta (Kemenag) — Pengambilan sidik jari dan foto pada pendaftaran ibadah haji tidak hanya akan diberlakukan untuk haji reguler. Direncanakan mulai April mendatang, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah juga akan memberlakukan sidik jari dalam proses pendaftaran haji khusus.

“Pengambilan sidik jari bagi jemaah haji khusus ini tidak terlepas dari pemberlakuan pendaftaran sistem baru,” ujar Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Alya Fitra (Nafit) di Jakarta, Kamis (16/03).

Menurutnya, kebijakan ini menjadi salah satu terobosan penyempurnaan sistem pendaftaran. Dengan adanya pengambilan sidik jari, data dan identitas jemaah akan semakin lengkap. Sidik jari calon jemaah haji diperlukan seiring adanya aturan baru tentang mendaftar 10 tahun setelah keberangkatan terakhir. Dengan begitu, jemaah yang terdeteksi sudah pernah haji, tidak dapat mendaftar kembali kecuali setelah sepuluh tahun dari keberangkatan hajinya yang terakhir.

“Sidik jari juga menjadi upaya preventif terhadap penggunaan identitas jemaah oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Dengan proses pengambilan sidik jari ini, lanjut Nafit, maka calon jemaah harus datang langsung saat akan mendaftar, alias tidak bisa diwakilkan. Proses pendaftaran juga langsung dilakukan jemaah sehingga mereka bisa mengetahui berapa biayanya dan terdaftar di Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) apa.

Dikatakan Nafit, sistem yang lama memperbolehkan jemaah untuk mewakilkan pendaftaran. Akibatnya, ada jemaah yang tidak mendapatkan informasi tentang kapan dia didaftarkan, terdaftar di PIHK apa, serta berapa BPIH yang dibayarkan.

“Jika diwakilkan, nasib jemaah tergantung dari yang mewakili. Jika amanah alhamdulillah, tapi jika nakal, bisa jadi jemaah tidak pernah terdaftar haji dan uang yang disetorkan menjadi tidak jelas kemana larinya,” terang Nafit.

“Dengan sistem pendaftaran baru, jemaah harus memiliki rekening tabungan atas nama sendiri, menyetor sendiri, dan mendaftar langsung ke Kanwil Kemenag atau Kankemenag yang ditunjuk oleh Kanwil,” tambahnya.

Nafit berharap, kebijakan baru ini akan memberikan kepastian kepada jemaah terkait status pendaftaran, dana setoran awal aman di rekening Menteri Agama, serta identitas jemaah haji tersimpan dengan lengkap. (mkd/mkd)

Sumber : Kemenag.go.id

Menhub: Saudi Beri Keleluasaan Penerbangan Haji Indonesia

pesawat-haji-_120425154624-630

Rabu , 22 Maret 2017, 20:35 WIB

IHRAM.CO.ID,‎ JAKARTA — Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud membawa dampak positif bagi Indonesia. Tidak hanya menanamkan investasinya di Tanah Air, Raja Salman juga memberikan kemudahan bagi jamaah haji Indonesia.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengatakan Pemerintah Saudi memberikan keleluasaan bagi penerbangan haji dari Indonesia.

“Selama ini slot dibatasi, tapi dengan kedatangan Raja Salman diberikan unlimited selama ketersediaan slot masih ada,” ujarnya saat konferensi pers persiapan penyelenggaraan haji 2017 di Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (22/3).

Tahun lalu, penerbangan haji dari Indonesia mendarat di Jeddah. Namun tahun ini, Indonesia diizinkan mendarat di Madinah. “Berkaitan dengan penerbangan ke Madinah berapa, kita akan mendasari dengan perjanjian Raja Salman. Yang jelas preferensinya lebih banyak. Apalagi ada tambahan jumlah jamaah 52.200 tahun ini,” kata Budi.

Seperti dilansir dari Saudi Gazette, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi telah mengumumkan bahwa penerbangan haji pertama tahun ini akan tiba pada 24 Juli dan terakhir akan mendarat 26 Agustus di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

 

 

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Qommaria Rostanti

Sumber : Republika.co.id

Terik di Arab Saudi, Jemaah Harus Banyak Minum

Ditulis oleh anggoro husni pada Kamis, 11/08/2016 – 15:28

terikMadinah (Sinhat)–Cuaca panas di Arab Saudi termasuk di Madinah, saat musim haji 2016 jadi perhatian para jemaah haji. Dengan suhu yang diperkirakan bisa mencapai 50 derajat celsius, jemaah disarankan untuk banyak mengkonsumsi air mineral.

“Jemaah harus sering minum dan sedapat mungkin hindari jalan-jalan di tengah terik matahari,” kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Tjetjep Ali Akbar di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Rabu malam (10/08/2016).

Dia menjelaskan, selain banyak minum, jemaah juga diharapkan memakai kacamata dan payung, serta makan teratur. Selain itu, jemaah diimbau, agar beristirahat cukup.

Sementara itu, salah satu dokter di KKHI, dr Eka F Elfi menambahkan, jemaah diharapkan minum minimal delapan gelas sehari. Lebih baik lagi, jika sering minum air zam zam.

“Di Madinah dan Makkah, kan banyak air zam zam, jadi sering minum saja,” kata Eka.

Dia menjelaskan, ciri-ciri orang yang mengalami dehidrasi di antaranya adalah bibir kering, keringat berkurang, dan kerap mengantuk. Dehidrasi tak boleh dianggap enteng, karena bisa menyebabkan badan lemas hingga hilangnya kesadaran. (ha/ar)

Sumber : Haji.Kemenag.go.id

Kedatangan Jemaah Haji di Madinah Berjalan Lancar

Rabu, 10 Agustus 2016, 18:34

hajiPinmas) — Hingga hari kedua kedatangan jemaah haji di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah berjalan lancar. Kepala Daker Airport Madinah Nurul Badruttamam menjelaskan setidaknya 10 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Madinah.

“Sampai hari ini pukul 08.00 tadi sudah ada 10 Kloter mendarat mengangkut 4.111 jemaah haji dari beberapa embarkasi di Indonesia” jelas Nurul melalui pesan pendek kepada Media Center Haji (MCH), Rabu (10/8) pagi.

Menurutnya mereka telah bertolak dari embarkasi sejak hari Selasa kemarin dengan pesawat Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines. Data Siskohat menyebutkan sebanyak 17 kloter telah diberangkatkan dari Tanah Air hingga siang ini.

Pada kesempatan yang sama Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menjelaskan paling tidak ada tiga hal yang dilakukan jemaah haji saat mendarat di bandara. Pertama proses imigrasi dan pengecekan visa, disini jemaah harus melakukan pengecekan sidik jari. Kedua keluar melalui pintu pemeriksaan, seluruh barang bawaan masuk pemindai barang menggunakan sinar x. Ketiga menuju ruang tunggu dan selanjutnya menuju pemondokan dengan bis.

Menurutnya proses tersebut memakan waktu sekitar dua jam. “Selama perjalanan menuju hotel, dokumen paspor jemaah haji dikumpulkan oleh petugas dan simpan. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan dokumen jemaah selama di Saudi” tambahSri Ilham kepada MCH.

Pemeriksaan terhadap barang bawaan jemaah merupakan bagian tak terpisahkan dari proses imigrasi oleh petugas Saudi Arabia. Agar proses lancar dihimbau jemaah memastikan kelengkapan dokumen seperti paspor dan visa serta tidak membawa barang yang dilarang oleh Pemerintah Saudi Arabia, seperti obat-obatan atau rokok secara berlebihan.

Sumber : Kemenag.go.id

Pelunasan Tahap Kedua Ditutup Dengan Sisa Kuota Haji 1.375

Jumat, 1 Juli 2016, 15:32

Jadepagkarta (Pinmas) —– Pelunasan tahap kedua Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler ditutup pada Kamis (30/06) sore. Data Monitoring Pelunasan Haji Reguler pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mencatat sebanyak 9.822 jemaah telah melunasi sehingga kuota haji tersisa untuk 1.375 calon jemaah.

Pelunasan tahap pertama BPIH Reguler ditutup pada 10 Juni lalu dengan  jumlah jemaah yang sudah melunasi  sebanyak 142.852 orang (92.73%) dan masih tersisa 11.197 kuota (7.27%). Dengan demikian, total calon jemaah haji yang sudah melunasi BPIH tahap pertama dan kedua berjumlah 152.674 orang (99.11%).

Menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Ahda Barori, jumlah yang melunasi ini  jauh lebih banyak jika dibandingkan dua tahun lalu. Pada tahun 2014, pelunasan tahap kedua ditutup dengan sisa 2.505 kuota. Sedangkan pada tahun 2015, kuota haji masih tersisa 3.097 saat penutupan pelunasan tahap kedua.

Keputusan Menteri Agama (KMA) No 210 Tahun 2016 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1437H/2016M mengatur bahwa kuota haji nasional berjumlah 168.800 yang terdiri dari kuota haji reguler (155.200) dan kuota haji khusus (13.600). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 154.049 untuk jamaah haji dan 1.151 untuk petugas haji daerah.

Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) No D/158/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran BPIH Reguler 1437H/2016M mengatur bahwa  pengisian kuota jemaah haji reguler dibagi menjadi 2 tahap. Jika sampai tahap kedua ditutup, masih ada sisa kuota, maka hal itu diperuntukan bagi kuota cadangan.

Dalam keputusan Dirjen PHU ditegaskan, Jemaah haji cadangan mengisi sisa kuota setelah pelunasan tahap kedua berakhir. Pengisian sisa kuota oleh jamaah haji cadangan berdasarkan urutan nomor porsi, kecuali bagi penggabungan mahram, jemaah haji lanjut usia, dan pendampingan jemaah haji lanjut usia.

Proses pelunasan BPIH untuk jemaah haji cadangan sudah dilakukan bersamaan dengan pelunasan tahap pertama. Sampai dengan penutupan pelunasan tahap pertama  pada 10 Juni lalu, calon jemaah haji  yang melakukan pelunasan kuota cadangan mencapai  4.856 orang. Mereka baru bisa diberangkatkan jika terdapat sisa kuota pada masing-masing provinsi dan kab/kota setelah pelunasan tahap kedua berakhir.

Ahda Barori mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengidentifikasi sisa kuota di tiap provinsi dan kab/kota. Menurutnya, identifikasi ini penting untuk menyesuaikan dengan jumlah calon jemaah haji yang melakukan pelunasan kuota cadangan. “Saya berharap jamaah yang melunasi kuota cadangan merata di setiap provinsi sehingga bisa menutup sisa kuota yang ada,” harap Ahda, Jumat (01/07).

“Tentunya pengisian sisa kuota dengan kuota cadangan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tambahnya. Ahda juga berharap jemaah yang sudah melakukan pelunasan tahap pertama dan kedua yang batal berangkat karena berbagai sebab jumlahnya tidak banyak.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I rencananya mulai diberangkatkan pada tanggal 9 – 21 Agustus 2016 langsung menuju Madinah. Adapun gelombang II, rencananya diberangkatkan pada tanggal 22 Agustus – 4 September 2016 dengan tujuan Jeddah.

Terkait agenda perjalana haji 2016, sila lihat Rencana Perjalanan Haji Tahun 1437H/2016M. (mkd/mkd)

Sumber : Kemenag.go.id

Menag: Jangan Ada Lagi Visa Telat

Selasa, 28 Juni 2016, 09:02 –

mekkahMekkah (Pinmas) —- Perbaikan pelayanan haji terus dilakukan Pemerintah Indonesia, salah satunya mengupayakan percepatan proses penerbitan visa jemaah haji. Pesan ini juga yang disampaikan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin saat bertemu dengan Deputi Menteri Haji Bidang Informasi, Dr. Isa Rawwas, di Makkah, Minggu (26/06) lalu.

“Kami harapkan tidak terjadi lagi keterlambatan proses pemvisaan seperti tahun sebelumnya,” ujar Menag Lukman didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Abdul Djamil, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Staf Teknis I Konjen RI di Jeddah Ahmad Dumyathi Bashori dan Staf Teknis Haji lainnya.

Musim penyelenggaraan haji 1436H/2015M diwarnai dengan peristiwa keterlambatan proses pemvisaan jemaah haji Indonesia. Hal ini sebagai akibat dari masalah teknis terkait pemberlakuan e-haj yang saat itu  masih dalam tahap penyempurnaan. Karenanya, proses percepatan penerbitan visa  pada tahun ini menjadi bagian pembahasan dalam pertemuan Menag dengan Isa Rawwas agar tidak terulang kembali.

Terkait harapan Menag, Isa Rawwas memastikan kalau  penyempurnaan e-hajj sudah mendekati final sehingga berbagai potensi masalah sudah akan terselesaikan. “Kita akan arahkan perubahan perubahan terbaru dan  menyelesaikan  kekurangan yang terjadi. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan terselesaikan,” ungkap Isa Rawwas

Dalam pertemuan tersebut Lukman juga menyampaikan beberapa persiapan operasional haji  Indonesia yang relatif berjalan baik dan hampir mencapai tahap penyelesaian, baik dari pemondokan, penyedia katering, serta transportasi darat dan udara.  “Syukur alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan hampir mencapai tahap penyelesaian,” kata Lukman.

Kepada Menag, Isa Rawwas menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi  akan terus meningkatkan pelayanan di imigrasi Madinah maupun Jeddah, khususnya yang terkait perekaman sidik jari. Agar tidak terjadi kepadatan antrian perekaman sidik jari jamaah haji di kedua bandara tersebut, Pemerintah Arab Saudi telah meminta agar pengambilan sidik jari cukup dilakukan di Indonesia dan dikirimkan sebelum jemaah haji tiba di Arab Saudi. Setibanya di Arab Saudi, jemaah cukup menempelkan sidik jari pada alat pembaca dan data jemaah akan terbaca. Isa Rawwas yakin, dengan upaya ini proses imigrasi di kedua bandara diyakini akan lebih cepat. (hasan/mkd/mkd)

Sumber : Kemenag.go.id

Menag Minta Petugas Kuasai Penuh Aplikasi Haji Pintar

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

menteri-agama-lukman-hakim-saifuddin-menyampaikan-konferensi-persnya-mengenai-_160517163115-140REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama meluncurkan versi terbaru aplikasi Haji Pintar. Pembaruan ini bertujuan agar lebih membantu jamaah mendapatkan informasi.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meminta seluruh petugas haji yang akan bertugas tahun ini memiliki pemahaman mendalam tentang perhajian, termasuk aplikasi Haji Pintar. Ia mengingatkan, langkah itu dilakukan agar tidak ada lagi petugas yang tidak mengerti cara menggunakan aplikasi Haji Pintar, terutama Kakanwil dan Kabid Provinsi.

“Saya minta semua petugas haji betul-betul menguasai seluruh hal ihwal perhajian, jangan sampai ada Kakanwil dan Kabid yang tidak bisa membuka Haji Pintar,” kata Lukman, Rabu (22/6).

Hal itu dikarenakan aplikasi Haji Pintar merupakan aplikasi yang bertujuan mempermudah jamaah haji, agar mudah mendapatkan segala informasi tentang perhajian. Karenanya, lanjut Lukman, petugas haji memang harus memahami betul cara penggunaan aplikasi tersebut agar nantinya bisa mengajarkan dan membantu jamaah haji.

Sementara, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Abdul Djamil turut meluncurkan versi terbaru dari aplikasi Haji Pintar. Ia menerangkan, informasi perhajian sudah bisa didapatkan jamaah haji hanya dengan mengakses aplikasi Haji Pintar secara daring, termasuk soal pemondokan yang nantinya akan ditempati. “Jadi jamaah bisa akses dari rumah, tinggal lewat onlinesaja,” ujar Djamil.

Terkait pemondokan, Djamil mengapresiasi urusan penyewaan pemondokan haji tahun ini yang selesai lebih cepat dari tahun lalu, sehingga ada kepastian sejak awal. Ia mengungkapkan, kapasitas maktab nantinya berjumlah masing-masing 3.000 orang, yang terdiri atas lima hingga enam kloter dengan pemisahan jamaah  pria dan wanita.

Sumber : Republika.co.id (22/06/2016).

Presdir Rihlah Wisata Santuni Yatim Piatu

Tangerang – (RAW) :  Berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan bersama ratusan yatim piatu di wilayah kota Tangerang dan sekitarnya, Jumat (24/06/2016), Presiden Direktur PT.Rihlah Alatas Wisata, H.Ahmad Fuadi, Lc mengadakan buka puasa bersama seluruh karyawan, sahabat dan ratusan yatim piatu.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Rihlah Alatas Wisata di perumahan Taman Royal I, Cipondoh Tangerang Banten itu diawali dengan pembacaan ayat-ayat al-Quran dan doa dilanjutkan dengan ceramah agama hingga menjelang adzan maghrib.

Dalam tausiahnya, penceramah mengingatkan jamaah yang hadir untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. dan bertakwa kepada-Nya, sebagai tujuan puasa di bulan Ramadan itu sendiri.

Sementara itu, H.Ahmad Fuadi mengatakan bahwa acara tersebut tidak lain sebagai tahadduts bin nikmah yaitu ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. sekaligus berbagi kebahagiaan dengan para yatim piatu di daerah Cipondoh dan sekitarnya.

“acara ini sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi nikmat dengan para yatim piatu yang memang membutuhkan perhatian dan pertolongan kita,” ungkapnya.

Para yatim yang masih lugu itu dengan penuh semangat seolah menatap kebahagiaan bersama keluarga walaupun sebenarnya status mereka ditinggalkan oleh orangtua mereka.

Selain berbuka puasa bersama, para yatim piatu juga mendapat bingkisan berupa peralatan shalat baik bagi pria maupun wanita serta amplop berisi uang sekedar memenuhi keperluan mereka menyambut Idul Fitri 1437 H.

“Terimakaasih pak Haji, terimakasih pak haji, ” kata mereka sambil bersalaman meninggalkan tempat acara dengan wajah ceria.(fath)