menag

Tahun ini, Pendingin Udara Tenda di Mina Baru

Kamis, 22 Juni 2017 18:52 WIB

Jakarta (Kemenag) —– Satu lagi peningkatan layanan akan diberikan kepada jemaah haji Indonesia. Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan bahwa pendingin udara di tenda Mina tahun ini diganti dengan AC baru.

Hal ini disampaikan Sri Ilham usai mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin melakukan peninjauan ke Tenda Mina, Selasa (20/06).

Hal senada disampaikan Staf Teknis Haji I Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori. Menurutnya, tenda-tenda di Mina dibangun hampir 20 tahun yang lalu. Karena dimakan usia, banyak keluhan dari jemaah kalau AC nya panas.

“Sekarang dengan permintaan dari kita, pihak Muassasah Asia Tenggara mengganti AC tenda Mina dengan yang baru. Menag dan delegasi sempat menyaksikan AC baru tersebut sudah terpasang di tenda-tenda Mina,” ujar DUmyathi.

Selain AC baru di Mina, jemaah haji Indonesia juga akan menempati tenda baru saat menjalani wukuf di Arafah. Saat ini, pemasangan tenda terus dilakukan oleh pihak perusahaan yang dikontrak oleh Muassasah Asia Tenggara.

Menurut Dumyathi, sekitar 60% tenda di Arafah sudah terpasang dan diperkirakan  selesai pada minggu pertama atau kedua bulan Juli. Tenda baru di Arafah ini jauh lebih baik karena terbuat  dari bahan PVC yang tahan air dan tahan api. Selain itu, bahan PVC juga dapat menginsulator panas sehingga hawa dingin yang ada di dalam tenda tidak mudah keluar.

Dumyathi menambahkan bahwa setiap tenda juga akan dilengkapi dengan pendingin udara (evaporatif air cooler). Untuk konstruksi akan menggunakan baja yang kuat sehingga tidak gampang bergeser dan lebih tahan angin.

Jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan mulai berangkat ke Madinah pada 28 Juli 2017. Sedangkan jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan mulai tiba di Makkah pada 6 Agustus 2017.

Puncak haji wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 31 Agustus 2017. Dengan demikian, jemaah haji akan mulai berada di Mina sejak 1 September 2017. Selengkapnya sila baca: Rencana Perjalanan Haji 1438H/2017M.

Sumber : kemenag.co.id
Penulis : khoiron
Editor : khoiron
menteri-agama-lukman-hakim-saifuddin-berbaur-dengan-jamaah-sambil-_170619104623-472

Menag Berbaur dengan Jamaah Ngabuburit di Masjid Nabawi

Senin , 19 June 2017, 06:36 WIB

Ani Nursalikah/Republika
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berbaur dengan jamaah sambil menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Nabawi, Madinah

IHRAM.CO.ID, MADINAH — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sedang berada di Madinah untuk mengecek kesiapan layanan penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah Indonesia. Menjelang waktu berbuka, Menag ngabuburit berbaur bersama umat Islam lainnya di Masjid Nabawi.

Duduk lesehan di salah satu ruangan masjid, Menag tampak membaur dengan umat Islam lainnya. Menag memanfaatkan waktu jelang berbuka dengan membaca Alquran. Sesekali ia juga melayani permintaan foto dari jamaah umrah Indonesia yang sedang berada di Madinah.

“Jamaah umrah Indonesia selintas terlihat kaget melihat Menteri Agama ada di tengah-tengah mereka. Tidak lama kemudian, banyak di antara mereka yang meminta foto,” kata Abdullah Faqih yang ikut mendampingi Menag di Masjid Nabawi, Ahad (18/6).

Masjid Nabawi menyediakan takjil berbuka puasa setiap hari selama Ramadhan. Menurut Faqih, ada berbagai menu takjil yang disediakan, seperti kurma, roti, dan aneka makanan khas Timur Tengah.

Usai berbuka, Menag bersama ribuan jemaah lainnya melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di Masjid Nabawi. Menag bertolak ke Saudi pada Sabtu (17/6) lalu. Ia dijadwalkan berada di Saudi sampai 22 Juni mendatang untuk mengecek persiapan layanan penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah Indonesia. Tidak hanya di Madinah, pengecekan juga akan dilakukan di Makkah serta Arafah dan Mina.

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Ani Nursalikah

Sumber : ihram.co.id

Reward copy

PT.Rihlah Alatas Wisata Berbagi Berkah Ramadhan

Tangerang,  RAW/11/6/17

Reward copy

Mengakhiri musim umrah tahun 2017 dan bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 1438 H. PT.Rihlah Alatas Wisata menyelenggarakan acara “Reward” bagi para perwakilan dan karyawan PT. Rihlah Alatas Wisata Cikokol Tangerang, Minggu, 11 Juni 2017.

Hadiah (reward) yang disediakan Panitai bernilai ratusan juta rupiah, berupa 1 unit mobil Toyota Avanza, 2 Sepeda Motor Honda Beat, 3 paket umrah, 5 Smartphone serta berbagai hadiah lainnya.

Acara yang meriah itu berlangsung di Hotel Allium, taman Royal Cipondoh Tangerang Banten, dihadiri para perwakilan dari wilayah Jabodetabek dan beberapa daerah lainnya serta karyawan.

Dalam sambutannya, Dirut PT.Rihlah Alatas Wisata, H.Ahmad Fuadi, Lc mengatakan bahwa PT.Rihlah Alatas Wisata sudah 17 tahun melayani jamaah umrah dan haji khusus, dan selama itu pula memang mengalami pasang surut. Oleh karena itu, mari kita bersyukur atas nikmat ini, lebih-lebih lagi di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Menurut H.Fuadi, puncak kesuksesan P.T.Rihlah Alatas Wisata terjadi pada tahun 2013 dan 2014, yang berhasil memberangkatkan 1.500 jamaah haji khusus dan 9.000 jamaah umrah.

Pada kesempatan yanag sama, pimpinan PT.Rihlah Alatas Wisata Cikokol, Hj.Hajer Kachour, mengingatkan para perwakilan Rihlah Alatas Wisata untuk senantiasa bersyukur atas capaian yang diraih selama ini. Ia menegaskan bahwa kerja keras adalah kunci bagi kesuksesan itu.

“Mari bekerja keras, jangan takut untuk mengambil keputusan atas suatu peluang dan kesempatan untuk mencapai kebaikan dan kesuksesan”, ujarnya.

Sebagai bentuk terimakasih kepada para perwakilannya, PT.Rihlah Alatas Wisata memberikan hadiah 1 Unit Mobil Avanza kepada  K.H. Junaidi, perwakilan dari Banten yang telah memberangkatkan ratusan jamaah umrah pada musim ini. Sementara itu, 2 hadiah sepeda motor diraih perwakilan dari Pasar Minggu dan Bekasi.

Setelah tausiah Ramadhan yang disampaikan Ust.Nasir Maharli, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. “Acara Ramadhan seperti ini memang penuh berkah, kita bisa berkumpul bersama,” kata salah seorang perwakilan dari Pondok Kopi Jakarta Timur. (Fath)

kakbah

Dua Hari Jelang Ditutup, 91% Jemaah Sudah Lunasi BP

Rabu, 3 Mei 2017, 18:28

Jakarta (Kemenag) — Masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) jamaah haji reguler tahap I akan berakhir Jumat (05/05) lusa. Sampai dengan penutupan pelunasan hari ini, Rabu (03/05), pada jam 15.00 WIB, sebanyak 184.596 jemaah telah melakukan pelunasan.

“Sampai dua hari menjelang ditutupnya masa pelunasan BPIH reguler tahap pertama, masih ada 17.922 atau 8,85% kuota haji yang belum terlunasi. Angka ini diharapkan akan terus bertambah sampai dengan tahap akhir pelunasan tahap pertama Jumat mendatang,” ujar Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Aliya Fitra (Nafit) di Jakarta, Kamis (03/05).

Keputusan Menteri Agama (KMA) No 75 Tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1438H/2017M mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 yang terdiri dari kuota haji reguler (204.000) dan kuota haji khusus (17.000). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 202.518 untuk jemaah haji dan 1.482 untuk petugas haji daerah.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) juga membuka pelunasan buat calon jemaah haji dengan status cadangan sebanyak 10% dari kuota jemaah atau 10.193 orang. Data sampai dengan sore ini, sebanyak 4.349 jemaah cadangan yang telah melakukan pelunasan.

“Jemaah cadangan diberi kesempatan melunasi tahap 1, untuk mengisi jika ada sisa kuota setelah tahap 2 selesai,”ujarnya.

Pelunasan BPIH Reguler dilakukan pada setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 – 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 – 16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 – 17.00 WIT.

Jemaah diimbau untuk memanfaatkan sisa waktu pelunasan tahap 1 karena jika habis waktu pelunasannya, alokasinya sudah bukan lagi diberikan kepada mereka. Kata Nafit, pelunasan tahap dua akan digunakan untuk jemaah gagal sistem, sudah haji, penggabungan mahram, dan lansia yang memenuhi syarat. (mkd/mkd).

Sumber : www.kemenag.go.id

Menag Lukman tinjau tenda jemaah di Arafah pada musim haji 1437H/2016M. (foto: mch)

Menag: Tenda Arafah Anti Api, Tahan Air, dan Berangka Baj

Jumat, 21 April 2017, 21:21
Madinah (Kemenag) — Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah haji Indonesia. Salah satunya adalah peningkatan kualitas tenda di Arafah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan tenda di Arafah pada musim haji tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tenda di Arafah selama ini menggunakan bahan sejenis terpal yang ditopang dengan bambu atau besi yang sudah karatan.

Pada tahun 2015, bahkan beberapa tenda jemaah haji Indonesia di Arafah roboh terkena angin kencang. “Tahun ini ada perubahan kualitas tenda. Bahannya anti api dan tahan air. Rangkanya dari baja,” terang Menag dalam rapat rapat koordinasi dengan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menkes Nilla F Moloek di Madinah, Kamis (20/04).

Rapat yang dipimpin Dubes RI Agus Maftuh Abegebril ini diikuti oleh KJRI Jeddah, Staf Teknis Haji, dan Tim Penyedia Layanan Jemaah di Madinah. “Sekarang rangkanya sudah baja dan lebih tinggi sehingga lebih nyaman,” tambahnya.

Menag Lukman bersama Menko PMK Puan Maharani dan Menkes Nilla F Moeloek berada di Saudi untuk meninjau langsung persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Makkah dan Madinah.

Usai rapat koordinasi, Menko PMK didampingi Menkes meninjau fasilitas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Dalam kesempatan itu, Menkes menjelaskan, masalah utama KKHI terkait penyewaan tempat. Menkes beharap KKHI punya tempat permanen di masa mendatang.

Menko PMK lalu mengecek langsung fasilitas ruang perawatan, stok obat-obatan, termasuk ruang gawat darurat. KKHI Madinah dilengkapi dengan 75 tempat tidur rawat, 20 tempat tidur UGD, dan 80 petugas kesehatan haji. Sifat pelayanan adalah pelayanan dasar dan emergensi.

Lantai 1 dimanfaatkan untuk ruang rawat Psikiatri, ruang rawat laki-laki dan perempuan dan ruang penunjang seperti radiologi, laboratorium, gizi, poli gigi dan ruang linen. Sementara lantai 2 dipergunakan untuk depo obat dan alat kesehatan, serta ruang kerja petugas sanitasi surveilans dan siskohatkes. Guna memberikan pelayanan maksimal, KKHI Madinah juga dilengkapi delapan ambulans. (KUH/mkd/mkd)

tenda

Jemaah Haji Indonesia Akan Nikmati Tenda Baru di Arafah

Minggu, 23 April 2017, 06:10
tendaMakkah (Kemenag) — Jemaah haji Indonesia tahun ini dipastikan akan menikmati fasilitas tenda baru di Arafah. Tenda baru tersebut menggunakan rangka baja aluminium dilengkapi dengan tenda anti api.

Bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Menkes Nilla F Moeloek, Menko PMK Puan Maharani sudah mengecek fasilitas tenda yang akan digunakan jemaah haji di Indonesia di Arafah, Sabtu (22/04). Ikut mendampingi, Dubes RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebril, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Konjen RI di Jeddah, Staf Khusus Menko PMK dan Kapus Kesehatan Haji.

Staf Teknis I Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori dalam rilisnya menjelaskan, tenda baru di Arafah berukuran 25 x 15 meter dengan daya tampung 250 jemaah. Ada juga tenda yang berukuran lebih kecil 10 x 15 meter karena menyesuaikan bidang tanah di Arafah.

“Setiap tenda dilengkapi dengan pendingin AC baru sebanyak 6 unit dan 6 unit kipas angin besar yang dilengkapi dengan spray air (mitsfan),” ujar Dumyathi, Sabtu (22/04).

AC dan kipas angin sangat diperlukan, lanjut Dumyathi, karena suhu udara pada puncak haji 2017 diperkirakan sangat panas. Berdasarkan Rencana Perjalanan Ibadah Haji 2017 yang dirilis Kementerian Agama, puncak haji Wukuf di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah 1438H diperkirakan bertepatan dengan 31 Agustus 2017.

“Dengan cuaca panas, risiko calon jemaah haji mengalami heat stroke sangat tinggi. Oleh sebab itu, Pemerintah terus berupaya meningkatkan fasilitas bagi jamaah haji,” terang Dumyathi.

Saat meninjau, kata Dumyathi, Menko PMK juga menyaksikan pengoperasian AC tenda. Dia menyarankan agar penempatan AC dinaikan sekitar 1 meter. Dia khawatir jika AC ditaruh di bawah, justru akan mengganggu kesehatan jemaah saat berisirahat.

“Selain AC dan mitsfan, karpet yang akan digunakan jemaah di Arafah juga relatif baru, karena maksimum usia dua tahun,” tambahnya.

Fasilitas lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan toilet tingkat yang memadai. Bahkan, untuk menjamin pasokan listrik, setiap tenda akan dilengkapi satu gen-set. Fasilitas ini penting agar tidak terjadi gangguan dan berakibat fatal. Fasilitas yang jauh lebih baik ini diharapkan akan memberikan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia.

Peningkatan fasilitas karpet juga dilakukan di Muzdalifah yang akan digunakan jemaah untuk menjalani mabit. Dengan begitu, jemaah haji diharapkan dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina.

“Selama di Arafah, jamaah haji akan mendapatkan pelayanan makan sebanyak 4 kali. Sedangkan di Musdzlifah satu kali dan di Mina sebanyak 11 kali,” terang Dumyathi.

Menurut Dumyathi, Menko PMK Puan Maharani merasa senang melihat perubahan persiapan pelayanan haji 2017. Menko menilai ada peningkatan signifikan dibanding tahun 2015.

Menko PMK mengapresiasi upaya Menag Lukman bersama jajarannya yang terus memperjuangkan perbaikan fasilitas tenda, karpet, dan kamar mandi di Arafah. menurutnya, fasilitas tersebut selama ini selalu menjadi perhatian masyarakat.

Akan hal ini, Menag Lukman mengatakan bahwa Pemerintah akan terus berupaya maksimal dalam menyiapkan pelayanan haji 2017. Kepada calon jemaah haji, menag berpesan untuk terus mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan serta menyiapkan fisik dan mental. (KUH/mkd/mkd)

Sumber : www.kemenag.go.id

jamaah-haji-tengah-mengambil-air-zamzam-_121121173630-592

Berburu Zamzam Pakai Botol di dalam Masjidil Haram

Selasa , 18 April 2017, 06:19 WIB

IHRAM.CO.ID, Siapa yang tak kenal Air Zamzam? Air berkhasiat bagi umat manusia tersebut telah hadir sejak zaman Nabi Ibrahim AS, yang hingga kini masih mengalir tiada berkurang sedikit pun, bahkan bertambah meski telah diminum manusia yang tak terhitung jumlahnya.

Air Zamzam menjadi pilihan utama bagi semua jamaah yang berkunjung di Masjidil Haram, Makkah maupun di Masjid Nabawi, Madinah. Pihak masjid menyediakan air Zamzam dengan kran mulai dari pintu masuk gerbang masjid hingga di dalam masjid.

Jamaah haji dan umrah dari berbagai dunia, takkan melewatkan air zamzam tatkala pulang ke rumahnya setelah beribadah umrah dan haji. Jamaah umrah yang hadir setiap hari di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram yang jumlahnya selalu padat merayat dapat dinyakini meminum air zamzam saat masuk dan keluar masjid.

Untuk lebih afdal ketika pulang ke rumah, banyak jamaah sengaja menyediakan botol-botol air meniral dengan berbagai ukuran, untuk diisi air zamzam asli dari kran yang telah disediakan. Setiap melaksanakan shalat lima waktu, jamaah berburu air Zamzam untuk disimpan dalam botol air mineral.

Jumlah jamaah umrah memasuki bulan Rajab hingga Senin (17/4) semakin membeludak, terutama dari Indonesia. Sangat kentara sekali kalau jamaah berasal dari Indonesia. Setiap ke masjid selalu membawa kantong plastik berisi botol-botol air mineral kosong. Setelah shalat botol-botol sudah penuh air Zamzam.

Usman, salah seorang jamaah umrah Indonesia dari biro perjalanan haji dan umrah PT Nur Rani Al-Waali (NRA) berencana membawa pulang botol-botol kemasan berisi air mineral sebanyak delapan botol ukuran 600 mililiter.

“Saya sengaja menyediakan setiap pergi shalat ke masjid bawa satu-dua botol untuk diisi air Zamzam,” kata Usman.

Kalau Usman berburu air Zamzam baik di Madinah maupun di Makkah di sembarang tempat kran air baik di dalam maupun luar masjid. Sedangkan Husni, berbeda lagi. Ia ingin berburu air Zamzam khusus yang berada dalam gentong di dalam masjid dengan berbagai alasan yang dibuatnya.

“Kalau di dalam masjid di dalam gentongnya boleh jadi asli dari sumurnya, tapi kalau yang di luar belum tentu karena bebas mengambilnya,” kata Husni jamaah umrah lainnya.

Di Masjidil Haram, Makkah, jamaah mengambil air dalam dimasukkan ke dalam botol selalu kucing-kucingan dengan askar yang berjaga dan berpatroli di dalam masjid. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, para jamaah yang akan mengambil air zamzam telah membawa kantong berisi botol didahuli dengan minum pakai gelas. Setelah aman dari petugas, mereka memasukkan air dalam gelas dimasukkan ke botol satu persatu hingga penuh.

“Kalau ketahuan pakai botol diusir askar. Jadi harus sembunyi-sembunyi,” ujar Rima, salah seorang jamaah umrah Indonesia.

Ustaz Jaswadi, pembimbing jamaah umrah (mutowwif) dari NRA mengatakan, saat ini, alat yang berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah sudah canggih. Jadi, menurut dia, tidak perlu lagi jamaah harus melilitkan lakban berwarna coklat di botol air mineral, tujuannya agar tidak terdeteksi alatnya.

“Sekarang sudah canggih, bukan seperti dulu lagi botol-botol berisi air Zamzam diselimuti lakban, pasti ketahuan,” ujarnya Jaswadi kepada Republika.co.id.

Ia menyarankan jamaahnya agar membawa botol-botol ukuran sedang paling banyak delapan botol saja, dimasukkan di tas tangan yang dibawa ke kabin pesawat, bukan ke dalam tas koper besar di bagasi.

“Kalau pun tidak boleh, langsung ditinggal saja botol dalam tas ‘jinjingan’. Tapi kalau dalam tas koper, bisa disuntik untuk mengeluarkan airnya, isi tas jadi basah,” katanya.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Mursalin Yasland

Sumber : www.republika.co.id

kemenag

Kemenag Ingatkan Jemaah Waspada Promo Umrah Murah

Kamis, 13 April 2017, 12:47

Jakarta (Kemenag) — Minat jemaah Indonesia untuk menunaikan umrah terus meningkat. Beragam cara yang dilakukan para pihak untuk menarik minat jemaah beridabah umrah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Muhajirin Yanis, mengingatkan jemaah untuk tidak mudah tergiur dengan promo umrah murah. “Masyarakat agar berhati-hati dengan promo umrah murah. Saya minta semua Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) gencar lakukan sosialisasi Program 5 Pasti Umrah,” tegas Muhajirin Yanis dalam Rapat Teknis Pemantapan Rekrutmen Petugas Kloter dan Non Kloter di Jakarta, Rabu (12/04).

Rapat teknis ini diikuti para Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia. Adapun maksud dari lima pasti umrah adalah pasti travelnya berizin, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya, dan pasti visanya.

Muhajirin yang juga merangkap sebagai Plt. Direktur Bina Haji tersebut mengaku baru saja menerima perwakilan Jemaah dari salah satu travel penyelenggara umrah dengan inisial FT yang meminta Kemenag membantu melakukan mediasi.

“Siang tadi ada 8 orang perwakilan Jemaah dari FT yang menurut mereka mewakili sekitar 2.800 calon jemaah umrah. Mereka meminta Kemenag memediasi mereka dengan manajemen travel agar segera diberangkatkan umrah,” kata Yanis.

Saat ditanya berapa biaya umrah yang telah disetorkan, rata-rata mereka setor pada kisaran 14 – 15 juta rupiah perorang. “Mereka telah bayar harga paket promo 14 – 15juta sejak tahun 2015. Saat mereka bayar dijanjikan akan berangkat pada bulan Desember 2016. Sampai dengan April 2017, jadwal pemberangkatannya selalu ditunda oleh manajemen,” lanjutnya.

Menurut mantan Kakanwil Kemenag Gorontalo ini, pihaknya sudah memanggil manajemen FT, dan meraka mewakilkannya kepada pengacara. Muhajirin berharap pihak manajemen FT bisa datang ke kantor Kemenag untuk memberikan penjelasan tentang penundaan pemberangkatan umrah beberapa waktu yang lalu.

“Mediasi dengan Jemaah semoga bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kami menginginkan solusi yang terbaik buat semuanya,” ungkapnya.

Selama ini, Kemenag lebih menekankan pada aspek perlindungan jemaah. Untuk itu, Kemenag minta semua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar memberikan kepastian keberangkatan kepada Jemaah.

“Jangan sampai ada pemberangkatan yang selau ditunda-tunda. Jemaah butuh kepastian kapan dia akan berangkat. Dan yang lebih penting lagi jangan sampai ada Jemaah yang gagal berangkat dengan berbagai alasan dari travel,” pungkasnya. (ab/mkd/mkd)

Sumber : www:Kemenag.go.id

484798

Tahun ini Jemaah Haji akan Dilayani 2 Maskapai Penerbangan

Dirjen PHU Abdul Jamil dan Dirut Garuda Indonesia M Arif Wibowo tandatangani perjanjian penerbangan haji. (foto: budiono)

Jumat, 7 April 2017, 20:05
Jakarta (Kemenag) — Penerbangan jemaah haji Indonesia tahun ini akan dilakukan oleh dua maskapai yaitu, Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Kedua maskapai ini telah melakukan Penandatanganan Perjanjian Angkutan Udara Jemaah Haji Indonesia Tahun 1438H/ 2017M dengan Kementerian Agama.
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Dirjen Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Jamil dengan Dirut Garuda Indonesia M Arif Wibowo, dan General Manajer Sales and Revenue Management Hajj and Umroh Saudia Sameer Khayyat di Jakarta, Jumat (07/04).

Dalam kesempatan ini, baik Dirut Garuda maupun GM Saudi Arabian Airlines menyatakan kesiapannya melayani calon jemaah haji Indonesia. Mereka berjanji akan menambah fasilitas layanan, seperti armada pesawat terbaru dan fasilitas kursi bussiness class.

Bahkan M. Arif Wibowo menyatakan telah menyiapkan 14 armada berbadan lebar dengan kualitas terbaik yang terdiri dari 3 (tiga) pesawat Boeing 747-400, 4 (empat) pesawat Boeing 777-300 ER dan 7 (tujuh) pesawat Airbus 330-300.

Tahun ini, Garuda Indonesia akan mengangkut 107.974 penumpang dari 9 embarkasi. Sedangkan Saudia Airlines akan mengangkut 98.576 penumpang dari 4 embarkasi.

Adapun distribusi penumpang yang tergabung dalam 510 kloter yang akan diangkut Garuda Indonesia dan Saudi Airlines adalah sebagai berikut :

Garuda Indonesia

1. Embarkasi Aceh menggunakan jenis pesawat Boeing-747 dengan kapasitas 455 seat akan mengangkut 4.443 penumpang.
2. Embarkasi Medan menggunakan jenis pesawat Boeing-777 dengan kapasitas 393 seat akan mengangkut 8.466 penumpang.
3. Embarkasi Padang menggunakan jenis pesawat Boeing-747 dengan kapasitas 455 seat akan mengangkut 6.339 penumpang.

4. Embarkasi Jakarta menggunakan jenis pesawat Boeing-777 dengan kapasitas 393 seat akan mengangkut 22.784 penumpang.
5. Embarkasi Solo menggunakan jenis pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 360 seat akan mengangkut 34.112 penumpang.
6. Embarkasi Banjarmasin menggunakan jenis pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 325 seat akan mengangkut 5.533 penumpang.

7. Embarkasi Balikpapan menggunakan jenis pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 360 seat akan mengangkut 5.807 penumpang.
8. Embarkasi Makassar menggunakan jenis pesawat Boeng-747 dengan kapasitas 455 seat akan mengangkut 15.911 penumpang.
9. Embarkasi Lombok menggunakan jenis pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 360 seat akan mengangkut 4.579 penumpang.

Saudia Airlines

1. Embarkasi Batam menggunakan jenis pesawat Boeing-747 dengan kapasitas 455 seat akan mengangkut 11.940 penumpang.
2. Embarkasi Palembang menggunakan jenis pesawat Boeing-747 dengan kapasitas 455 seat akan mengangkut 8.199 penumpang.

3. Embarkasi Jakarta menggunakan jenis pesawat Boeing 777 dengan kapasitas 410 seat akan mengangkut 41.382 penumpang.
4. Embarkasi Surabaya menggunakan jenis pesawat Boeing-747 dengan kapasitas 455 seat akan mengangkut 37.055 penumpang.

Arif menambahkan, Garuda Indonesia telah menyiapkan 506 orang awak kabin yang 57% direkrut dari masing-masing daerah agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan para jemaah haji. Selain itu Garuda juga menyiapkan layanan lain seperti tim medis. (Didah/mkd/mkd).

Sumber : www:kemenag.go.id

haji

Tingkatkan Layanan Haji, Pemerintah Perkuat Sinergi Kementerian dan Lembaga

Rabu, 22 Maret 2017, 17:48

Jakarta (Kemenag) — Musim haji 1438H/2017M sudah menjelang. Sebagai bagian persiapan, Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggelar rapat koordinasi membahas persiapan haji.

Memimpin rapat, Menko PMK Puan Maharani menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan penyelenggaran ibadah haji tahun 2017. Menurutnya, kembali normalnya kuota haji ditambah adanya tambahan kuota 10 ribu menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya memperkuat sinergi kementerian dan lembaga, baik pusat maupun daerah.

“Kemendagri bisa mengirimkan surat edaran ke kepala daerah untuk lebih mensosialiasikan dan (memberi) dukungan ke penyelenggaraan haji,” kata Menko PMK di Jakarta, Rabu (22/03). Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Perwakilan Kementrerian Dalam Negeri, Kementerian luar negeri, Kementerian Hukum dan Ham, TNI, POLRI dan BIN.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kuota Indonesia yang mencapai 221ribu pada tahun ini akan berdampak pada penyiapan fasilitas dan berbagai layananan. Jumlah kloter juga akan membengkak dari sebelumnya 387, menjadi 505 kloter. Hal ini akan berakibat juga pada alokasi slot terbang dan masa operasional penerbangan dari 28 hari menjadi 30 hari.

“Ini juga akan berdampak pada lamanya tinggal jamaah menjadi 41 hari,” terang Menag.

Menag mengaku ingin memperpendek masa tinggal, namun karena banyaknya jemaah haji sehingga penerbangan berangkat dan pulang pun harus antri.
Seperti tahun sebelumnya, sebaran pemondokan jemaah haji difokuskan pada 6 wilayah saja. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan operasional bus shalawat yang melayani Jemaah pulang pergi selama 24 jam dari hotel ke Masjidil Haram.

Pihak Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa perbaikan layanan di bidang tranportasi, akomodasi, katering dan sistem informasi, akan sangat berpengaruh pada status kesehatan Jemaah haji. Sejak tahun lalu, Kemenkes telah mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam penanganan kesehatan jemaah haji dan itu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. (moko/mkd/mkd)

Sumber : Kemenag.go.id