kawasan-raudhah-republika-agung-sasongko-_140112203929-272

Hindari Kesalahan-Kesalahan Ini di Raudhah

Ahad , 30 July 2017, 10:29 WIB

IHRAM.CO.ID, Di dalam Raudhah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu “Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang. “Tiang Pengawal” tempat berdirinya para pengawal Nabi. “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf.

“Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi. “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rosulullah mengimami shalat berjamaah.

“Tiang Mukholaqah” tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah jum’at. Di samping itu di Raudhoh ada juga “Mihrab Nabi”. Adapun Rumah Nabi berdampingan dengan Masjid. Kini rumah ini menjadi makam Rasulullah SAW beserta dua shahabatnya Abubakar Shiddiq dan Umar Ibnul Khattab.

Secara khusus, kata Ustaz HM Rizal Fadillah, tidak ditemukan dalil tentang keutamaan shalat atau berdo’a di Raudhoh selain pernyataan Rosulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhori di atas. Namun fakta yang terjadi tempat antara “rumah” dan “mimbar” ini telah menjadi “rebutan jama’ah” yang fenomenal. Rumah adalah tempat bernaung dan beristirahat. Tempat elemen keluarga membina harmoni berumah tangga. Suami dan istri saling mencintai dan menyayangi sambil membesarkan putera dan puteri buah hati keduanya.

Sementara Mimbar adalah arena perjuangan. Dari mimbar diserukan ajakan untuk beriman kepada Allah, beribadah dengan tekun, dan berjuang memuliakan agama Allah. Dari mimbar Nabi membangun negeri agar warganya sejahtera dan berkah dalam limpahan rahmah dari Allah. Mencegah perilaku rendah dan nista yang menyebabkan mereka menerima murka dan adzab. Mimbar adalah tempat untuk melakukan perjuangan da’wah. Antara “rumah” dan “mimbar” ada “taman surga”.

Dikatakan Ustaz Rizal, semangat jamaah untuk shalat dan berdo’a di Raudhoh memang hal yang bagus dan wajar,  asal saja mereka tidak saling menyakiti. “Areanya terbatas. Kunci keberhasilan ibadah dan kabulnya doa bukan semata ditentukan oleh tempat tertentu seperti Raudhah, akan tetapi di bagian manapun dari Masjid Nabawi kita beribadah, insya Allah menjadi tempat yang baik dan makbul do’a. Syaratnya kita beribadah atau berdoa dengan  tatacara yang benar dan dengan kekhusyuan yang tinggi,” ujarnya.

Walaupun dianjurkan beribadah di Raudhah, tapi para ulama juga memperingatkan beberapa kesalahan yang wajib dijauhi ketika berada di-Raudhah. Di antaranya adalah: ikhtilath (campur-baur) antara lelaki dan wanita di-raudhah.

Selain itu, tradisi ‘ngalap berkah’ kepada kuburan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dengan cara mengusap-usap dindingnya atau dengan cara lainnya. Kemudian masuk ke Raudhah bermaksud untuk mendekat kepada kuburan Nabi dan beribadah kepada kuburan Nabi SAW, ‘ngalap berkah’ di mimbar Nabi SAW dengan cara mengusap-usapnya.

Sumber : www.ihram.co.id

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : Disarikan dari Pusat Data Republika