menag

Tim PPIH Cek Kesiapan Layanan Jemaah Haji di Saudi

  • Minggu, 23 Juli 2017 21:49 WIB
  • Jakarta (Kemenag) — Musim haji sudah menjelang. Jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Saudi pada 28 Juli 2017. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun mulai bersiap menyambut kedatangan dluyufurrahman (Tamu Allah Yang Maha Rahman).

    Bertolak pada 20 Juli lalu, Tim Advance PPIH Arab Saudi mulai mengecek kesiapan fasilitas layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Layanan itu mencakup Akomodasi, Konsumsi dan Transportasi.

    “Kami melakukan pengecekan ulang fasilitas di seluruh Akomodasi Makkah, berjumlah 155 Hotel yang tersebar di enam wilayah, yaitu: Jarwal, Misfalah, Syisah, Raudhah, Aziziyah, dan Mahbas Jin,” terang Kadaker Makkah Nasrullah Jasam melalui pesan singkat, Minggu (23/07).

    “Pengecekan dimulai dari kesiapan kantor sektor dan layanan kesehatan, lalu fasilitas kamar, musholla, kamar mandi, dan lainnya,” sambungnya.

    Menurut Doktor Universitas Abdul Malik As Sa’adi Maroko ini,  pengecekan didasarkan pada catatan yang pernah diberikan oleh PPIH kepada penyedia akomodasi pada saat proses penyediaan. Catatan itu umumnya berupa permintaan pebaikan fasilitas.

    (Ruang mushalla  pemondokan jemaah haji Indonesia di wilayah Syisah Makkah sudah siap digunakan dengan fasilitas karpet baru/foto: istimewa)

    “Misalnya saja, ketika tim penyediaan akomodasi melakukan Kasyfiyah (pengecekan lapangan) ditemukan karpet mushola yang tidak layak sehingga harus diganti, kita pastikan apakah sudah benar-benar diganti atau belum,” kata Nasrullah sembari menyebut nama Hotel Nazrah dan Thayeb yang terletak di wilayah Syisah.

    Pengecekan kesiapan juga dilakukan pada layanan katering. Kabid Katering Abdullah Yunus menyakatan bahwa berdasarkan hasil kunjungan ke dapur-dapur penyedia ketering di Madinah, 80% mereka sudah siap memberikan layanan. “Sisanya hanya masalah pesananan ikan, daging dan ayam, serta bumbu bumbu yang kabarnya baru hari ini akan datang,” ujarnya.

    “Untuk paket coffee shop,   perusahaan sudah menyiapkan,” imbuh lelaki asal Cianjur ini.

    (Tim PPIH mengecek kesiapan layanan coffee shop di salah satu dapur penyedia katering jemaah haji Indonesia di Madinah/foto: istimewa)

    Menurut Abdullah, pengecekan layanan konsumsi saat ini dikonsentrasikan di Madinah, mengingat jemaah gelombang pertama akan tiba lebih dahulu di Kota Nabawi ini pada 28 Juli 2017. Jika layanan katering Madinah sudah berjalan, maka pengecekan akan dilakukan ke Makkah. Jemaah diperkirakan baru akan tiba di Makkah pada 5 atau 6 Agustus mendatang.

    Untuk layanan transportasi, Kabid Transportasi Darat Subhan Cholid mangatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait di Arab Saudi, seperti Naqabah, Muassasah dan perusahan-perusahan bus yang akan melayani Jemaah Haji selama berada di Arab Saudi.

    (Kabid Transportasi Darat Subhan Cholid cek kesiapan layanan bus shalawat di Makkah/foto: istimewa)

    Alumnus Universitas Al Azhar Kairo ini juga sudah mengecek kesiapan stiker yang akan ditempel di bus shalawat, serta bendera yang akan ditempel di halte dan tempat pengecekan bus. “Terminal bus shalawat di Makkah sudah siap melayani jemaah, begitu juga dengan halte-halte tempat menaikkan atau menurunkan penumpang bus shalawat,” tuturnya. (Makki)

    Sumber : –
    Penulis : Kontri
    Editor : khoiron